Penyebab Sering Menguap, Otak Terlalu Panas

http://4.bp.blogspot.com/-TDSGihH2ehs/UvOyNJRqMoI/AAAAAAAAAAc/tVKH64_s2TM/s1600/2.gif
Bookmark and Share
Penyebab Sering Menguap, Otak Terlalu Panas
Menguap memang sesuatu hal yang manusiawi, namun apa jadinya jika kita terlalu sering menguap? Sebenarnya apa sih penyebabnya?

Mungkin anda mengira bahwa menguap adalalah salah satu efek karena kurang tidur. Ternyata bukan hanya itu, salah satu penelitian mengungkapkan bahwa sering menguap terjadi karena kondisi otak yang terlalu panas. Menguap merupakan reaksi tubuh yang baik bagi kesehatan karena bisa mendinginkan otak yang mulai panas.

Seperti halnya prosesor komputer, otak manusia juga bisa mengalami over-heating bila terus digencar dalam waktu yang cukup lama. Otak manusia juga demikian, jika ia terus digunakan maka lama kelamaan akan merasa lelah karena otak memanas sehingga timbullah aktivitas menguap.

Penelitian tersebut dilakukan di Tucson, Arizona oleh tim peneliti yang diketuai oleh Professor Andrew Gallup dari Princeton University. Dalam penelitian ini melibatkan setidaknya sekitar 80 orang yang bertindak sebagai responden yang diamati aktivitas sehari-harinya oleh tim peneliti secara tidak langsung.

Selama rentang waktu musim dingin dan musim panas, Gallup mengamati seberapa sering para responden menguap setiap harinya. Penelitian tersebut menghasilkan bahwa mereka yang diteliti menguap lebih sering di musim dingin ketimbang saat musim panas.

Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah menguap dapat menyejukan otak. Memang kelihatannya bertolak belakang. Karena jika memang itu alasannya, mengapa orang-orang tidak menguap lebih sering di musim panas?

Tapi itu lah faktanya. Menurut teori yang dikeluarkan Gallup, menguap dapat memberi rasa sejuk pada otak lewat pertukaran udara panas di otak dengan udara dingin yang diserap selama proses menguap.

Sayangnya, kondisi ini tidak terjadi di musim panas yang menyengat. “Nyaris 40 persen responden (di musim panas dan dingin) menguap selama lima menit pertama saat berada di luar ruangan.

"Persentase responden yang menguap di musim panas jauh di bawahnya, hingga 10 persen saja. Efek kebalikannya terjadi di musim dingin,”  Ujarnya,

Studi ini juga mengungkapkan alasan mengapa frekuensi menguap berbeda dari musim ke musim. Selain itu juga sekaligus sebagai sebuah jawaban mengapa orang-orang sering merasa linglung saat kepanasan yaitu karena otak punya kemampuan terbatas untuk mendinginkan dengan sendirinya.

Semoga bermanfaat.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar